Why???
Mereka berlari mengejar angkutan umum yang akan menepi. Dibawah rintikan air hujan yang membasahi tubuh kecil mereka. Menawarkan sebuah payung terbuka untuk para penumpang.
Haruskah seperti ini?.
Mereka berhias dibalik kaca. Melapisi wajah halus mereka dengan bedak tebal dan lipstick berwarna merah terang. Mengenakan kebaya dan kain lalu mereka siap bernari diiringi bunyi gamelan. Kebudayaan dan sebuah maha karya seni yang akan mereka jajakan di pinggir jalan hanya untuk mencari uang.
Haruskah seperti ini? Read the rest of this entry »
is it right or not…
Tell me what the possible thing that I can do when I feel that my heart were in thin.
Ya Allah, luruskanlah aku dalam niat ku. Untuk tetap berpegang teguh dalam prinsip ku. Tanpa boleh ada satu orangpun yang dapat menggoyahkannya. Lagi-lagi ia hanya dapat membatin dalam hati. Aku hanya ingin meluruskan niat ku dan menata hati ku. Mudahkanlah ya Rabb.
Gadis itu membaca kembali buku hariannya. Buku harian disaat ia masih duduk dibangu kelas 2 SMA. Ia pernah menggoreskan tinta yang berhasil merangkai kata-kata pemotivasinya sampai saat ini.
“Prinsip itu seperti sebuah amanah dalam hidup. Amanah yang dibuat oleh diri kita dan untuk diri kita sendiri. Prinsip merupakan sebuah langkah awal untuk membawa diri ini menuju perbaikan. Berjuanglah demi prinsip itu, walaupun prinsip itu harus mengorbankan hal yang paling kamu cintai. Prinsip yang akan membawa mu demi kebahagiaan. Prinsip yang akan membuat mu tersenyum bangga disaat kau berhasil mencapainya”.
Gadis itu merenungi semua ucapannya yang dulu. Semua ucapan yang akhirnya berhasil membuatnya menjauh dari diri anak laki-laki itu. Semua ucapan yang dulu pernah membatasinya dalam pertemanan. Ucapan yang hingga kini membuatnya merasa lebih baik karena tidak ada lagi orang yang mampu menyakiti hatinya.
Aku sudah tidak perlu merasa khawatir. Karena dengan prinsip ini aku merasa bahagia. Karena dengan prinsip ini aku yakin Allah akan menyayangi ku. Hingga aku yakin bahwa suatu saat nanti aku akan mendapatkan seseorang yang akan membawaku lebih dekat dengan Mu ya Rabb. Aamiin. Ia mengusap pipinya yang basah.
***
Kedua manusia yang dianggapnya sempurna itu ada hadapannya. Kedua manusia yang ia kagumi karena kecintaannya kepada Nya. Kedua sosok yang dapat membuatnya lebih yakin akan prinsipnya. Kedua sosok yang telah membuatnya belajar akan arti dari sebuah perasaan seorang manusia. Seorang sosok yang telah membuatnya belajar menjadi lebih dewasa. dan sosok yang lain yang telah membuatnya menangis untuk setiap perkataan cintanya kepada Nya. Dua orang sosok manusia yang akan terus dikaguminya, entah sampai kapan karena ini mungkin hanya sebuah bias kehidupan. Terseok untuk meyakini prinsip hidup bukan merupakan hal yang sulit jika kita yakin bahwa ini merupakan jalan yang terbaik dan akan membawa kita dalam jurang kebenaran. Aamiin
Kasihan….
Sebuah Kesederhanaan
Entah apa yang selalu berada dalam benak orang yang sederhana. Yang ku tahu bahwa dia hanya merasa apa adanya. Bangga dengan dirinya tanpa ingin menunjukan siapa dirinya yang sebenarnya. Seseorang yang tidak pernah menuntut apa- apa, tidak pernah mengurangi dan juga melebihi. Yang jelas dia selalu bersikap normal dan tidak pernah show off segala yang dimilikinya. Juga satu arah pemikirannya yaitu mengukur diri.
“Iya, saya ini sangat hobby memancing. Tetapi saya senang memancing di laut lepas. Maka dari itu saya selalu pergi memancing dengan menyewa kapal boot kecil”. Kata bapak- bapak waktu sedang diwawancarai di sebuah statsiun TV.
“Kira- kira berapa tuh budgetnya pak untuk setiap pergi memancing?”. Kata si reporter antusiasmin.
“Hmm.. mungkin sekitar 26 jt hanya untuk menyewa kapal nya saja mbak”. Jawab si ayah- ayah ini dengan muka sedatar TV flat. Read the rest of this entry »
Huru Hara sebelum dan setelah 'Pecah'!
“Udah ada namanya belom Wind??” kata kika.
“Udah, namanya Romlah aja deh” kata sayah pas lagi ngumpul sama anak-anak waktu ngerjain statistik di asrama UI.
Hahahaa…

“Udah ada namanya belom Wind??” kata kika.
“Udah, namanya Romlah aja deh” kata sayah pas lagi ngumpul sama anak-anak waktu ngerjain statistik di asrama UI.
Hahahaa…

“Udah ada namanya belom Wind??” kata kika.
“Udah, namanya Romlah aja deh” kata sayah pas lagi ngumpul sama anak-anak waktu ngerjain statistik di asrama UI.
Hahahaa…

Salahkan statistik atas kebodohan ini. Saking bingungnya waktu itu mau mulai ngerjain tugas dari mana, akhirnya topik statistikal lab pun menjadi sesuatu yang basi. Romlah??. Siapakah Romlah itu?, adakah hubungannya dengan Romli?. Huss, yang jelas waktu itu, sayah dan Orang tua sayah belum dapet nama yang pas untuk calon ade yang konon kata dokter adalah perempuan. Payah memang, padahal udah 9 bulan kurang 4 hari lagi tu ade bakalan lahir. Padahal sih, udah dari jauh-jauh hari sayah nanya nama-nama yang bagus ke mbah google. Tapi ga dapet-dapet. Ga mau berputus asa, sayah pun mencarinya di toko buku. Hunting nama bayi perempuan berdasarkan buku-buku di gramed. “100 nama indah untuk si buah hati” merupakan judul buku yang membuat sayah tertarik, walaupun itu bukan untuk buah hati saya, tapi mungkin suatu saat nanti iya.. hahaha. Akhirnya beli ga?. Ya enggalah, ngapain beli, selama bukunya ga di plastikin kenapa harus repot-repot beli. Cukup keluarkan handphone lalu save nama- nama yang bagus. Hahahahaa. That’s it.
